


Al-Fatihah adalah sebuah samudera maha luas. Setiap kita menyelami maknanya, semakin banyak hal baru yang kita temukan. Lapisan-lapisan inilah yang coba digali dan dipaparkan dalam buku ini.
Al-Fatihah adalah kunci untuk membuka Al-Quran, sebuah bingkai atau kacamata yang membuat kita bisa memahami Al-Quran dengan kasih sayang. Jika memahami Al-Fatihah dengan benar, kita tak akan membaca Al-Quran dengan kebencian dan kemarahan.
Al-Fatihah juga kunci untuk masuk ke dalam kedamaian hati dan kebahagiaan tiada tara.
Jika dibedah per ayat, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:
Ayat 1 – Basamallah
Pada bagian ini dijelaskan makna basmalah, karna pada umumnya kita menganggap basmalah adalah doa keberhasilan, tetapi basmallah sejatinya bukan doa keberhasilan. Lalu, kenapa kita dianjurkan untuk melakukannya? Karna pada saat kita mengucapkan “Bissmillahirrohmannirrohiim” (dengan menyebut nama Allah yang maha kuat lagi Perkasa), Kepada? Karena tuhan mau kita melakukan pekerjaan apapun dengan cinta dan kasih sayang.
Agar basmalah bisa memiliki dampak baik dan membawa keberkahan, basmalah harus diucapkan dengan penuh kesadaran dan penghayatan. Kita resapi mekannya dengan mengatakan kepadanya “saya akan mengerjakan sesuatu dengan nama dan izin Allah”. Kita hanya mungkin membutuhkan waktu 15 detik.
Intinya, basmalah bisa menjadi jeda, Jeda diperlukan untuk memotong estafet pikiran itu. Hal itu bisa dirasakan saat makan yang dimulai dengan basmalah plus momen 15 detik.
Ayat 2 – Hamdallah
Hamdalah juga diceritakan langsung setelah basmallah karena kita bersyukur bukan hanya saat pekerjaan selesai dan sukses, tapi juga saat kita sedang melakukan pekerjaan.
Dari susunan kata dalam ayat ini kita bisa melihat kedalamannya. Allah SWT memakai Alhamdulillah bukan lillahilhamd. Perbedaannya menurut para ahli tafsir lillahilhamd adalah “Pujian untuk Allah tapi mereka mengartikan Alhamdulillah sebagai segala puji itu hanya milik Allah.”
Menjelasakan tentang orang yang suka mengkritik atau like postingan orang yang dapat membuat orang-orang ada yang gila pujian atau menjadi sombong.
Robb, biasanya diartikan sebagai tuhan. Lillah adalah tuhan yang patut disembah. Malik artinya pemilik, Allah menyebutkan dirinya sebagai Raja Hari Pembalasan.
Memang Allah SWT adalah pencipta dan pemelihara banyak alam, seluruhnya. Baik alam yang kita tahu saat ini, atau yang kita tidak tahu hal ini juga menegaskan ketidakterbatasnya atau luasnya kuasa Allah SWT.
Dalam Al-Mu’Jam Al-Washit salah satu arti syukur adalah “Irfan An-Ni’mah, mengakui kenikmatan dari pihak lain. Itu artinya kita harus lebih dulu berlapang dada akan peran orang lain.
Motivasi agar bersyukur kepada tuhan ayat itu artinya kira-kira “ingatlah saat tuhanmu berkata:” “Jika kalian berterima kasih, maka aku akan menambah. Kalau kalian menolak berterima kasih, maka kesengsaraan dariku amat sangat”
Apa yang disyukuri?
Bersyukur bukan hanya monopoli orang-orang yang hidup berkecukupan dalam kondisi apapun
Ayat 3 - Kasih dan sayang
Cinta itu mengikat dan bersyarat, sedangkan rahmat (compassion/kasih) itu tidak mengikat dan tidak bersyarat.
Al-Qur’an adalah salah satu bentuk kasih tuhan tersbesar kepada kita, karena Al-Qur’an dapat membimbing kita menuju jalan yang bahagia.
Sang maha kasih itulah yang menurunkan Al-Qur’an agar sebagai panduan untuk berbuat baik dan menuju kebahagian abadi.
Seseorang yang memiliki kasih sayang yang hakiki akan mengasihi semua mahkluk tuhan, apapun yang mereka kerjakan, apapun yang mereka lakukan pada kita.
Salah satu Fussilat surat ke 41 ayat 34 “dan Tidaklah sama kebaikan dengan keburukan. Balaslah keburukan dengan hal yang lebih baik, sehingga rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti sahabat setia”
Hal yang paling berat dalam timbangan seseorang mukmin di hari kiamat adalah akhlak (moral) yang baik. Sesungguhnya Allah paling marah kepada orang yang bermulut keji”
Ayat 4 – Akhirat
“Wahai Rasulullah, orang mukmin manakah yang paling utama?” Beliau menjawab “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, ”Mukmin manakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling banayak baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah, dengan derajat Hasan).
Ayat 5 – DOA
Ibadah sebenarnya adalah mengabdi atau yang lebih tepat adalah menghamba. Menghamba adalah sebuah laku jiwa untuk menjadikan diri ini sebagai hamba Allah.
Memiliki hubungan yang baik juga merupakan dampak dari semua ibadah yang kita lakukan. Semua ibadah alat atau tools untuk membuat kita menjadi orang yang baik (soleh) dan berakhlak mulia.
Permintaan tolong yang sesungguhnya itu diajukan hanya jika kita sudah tidak sanggup melakukannya sendiri. Permintaan tolong muncul saat kita benar-benar lemah dan tak berdaya.
Kita berdoa, bukan memaksa. Kita berdoa kepada Allah, bukan seperti sedang memesan baju di toko online, apa yang kita pesan harus sampai harus sampai seperti apa yang kita inginkan pada waktu yang sudah ditentukan.
Ayat 6 – Petunjuk
sungai adalah petunjuk yang menyelamatkan mereka. Sungai bisa membimbing kita menuju sebuah desa atau kota di bawah, atau juga bisa menuntun kita ke sumber mata air di atas.
Arti ini tampaknya pas jika di hubungkan dengan ayat selanjutnya, ayat ke7 surat Al-Fatihah “yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat” artinya, jalan itu sudah pernah di jalani orang-orang sebelumnya dan mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka cari: kebahagiaan
Dalam meniti siroth mustakim atau jalan lurus, kita bisa melakukan ketiga hal itu:
Ayat 7 – Jalan Kebahagiaan
Kenikmatan yang dimaksud adalah kenikmatan spiritual bahwa kenikmatan yang di maksud adalah surga, tapi uniknya kata an’amta (telah kau beri nikmat) bentuknya adalah Fi’il Madhi atau past tense artinya sudah terjadi. Kenikmatan yang dimaksud tentunya adalah kenikmatan yang sudah pernah di rasakan oleh orang-orang terdahulu.
Kebahagian tidak bisa di rasakan sendiri. Kebahagiaan ada karena kita berbagi. Apa yang mereka rasakan tidak hanya berpengaruh pada diri mereka, tapi juga menular ke orang lain.
Demikian juga dengan keimanan kita. Harusnya agama dan iman itu membuat kita bahagia, bukan membuat kita resah dan gelisah. Seharunya iman itu membuat kita bisa tersenyum lebih sering.
Kebahagiaan sesungguhnya tidak dapat dikejar. Kebahagiaan tidak datang bersama dengan objek yang kita kira sebagai sumber kebahagiaan
Sungai adalah tanda, dan saat kita menyusurinya maka kita berada dalam hidayah. Yang harus kita lakukan saat ini adalah mensinkronkan antara fikir dan keinginan. Jika kita bisa mengharmonikannya, maka kita berada dalam peace.
Kuffur adalah menolak cahaya hingga mereka dalam gulita. Artinya, sebenarnya orang kuffur itu bukan orang yang tidak percaya (saja), tapi orang yang menolak diberi cahaya, yang menutup diri dari terang. Padahal Tuhan sudah menunjukan cahaya jalan lurus, menuju jalan-jalan kedamaian