
By Eka Kurniawan, 2015.
Baca buku Cantik itu Luka disini
Novel Cantik itu Luka sendiri merupakan sebuah novel realisme magis yang mengisahkan tragedi keluarga dengan penggambaran kekerasan fisik dan seksual, dengan modal kecantikannya perempuan selalu mendapatkan nasib sial, diceritakan bahwa seakan-akan kecantikan yang dimiliki perempuan adalah itu sebuah kutukan. Perempuan selalu berada pada posisi lebih lemah daripada laki-laki, laki-laki hampir berkuasa disegala bidang, dan perempuan berada pada posisi sebagai pelengkap. Novel Cantik Itu Luka pertama kali diterbitkan oleh AKYPress dan Penerbit Jendela pada bulan Desember 2002, kemudian diterbitkan kembali oleh PT Gramedia. Novel ini sudah diterbitkan ke 34 bahasa serta mendapat respon yang lumayan positif terhadap para pembacanya. Respon yang pertama Nur Mursidi di tulisannya di Jawa Pos berkomentar bahwa “Lewat novel ini pengarang juga telah melakukan inovasi baru berkaitan dengan model estetika serta gaya penceritaan sebagai satu bentuk pemberontakan atas mainstream umum”. Aquarini Priyatna Prabasmoro di Kompas berkomentar bahwa “Cantik itu Luka menampakan bahwa Eka mampu melahirkan teks perempuan tanpa membuat perempuan dalam dunianya tampil sebagai laki-laki dalam bungkus perempuan”.
Katrin Bandel di acara Meja Budaya mengatakan bahwa “Cantik Itu Luka bisa dilihat sebagai sebuah penciptaan versi alternative sejarah Indonesia degan gaya mimpi atau gaya main-main. Tetapi bukan berarti Eka mencoba meralat sejarah resmi dan menggantikannya dengan versinya sendiri yang lebih benar. Sejarah versi Cantik Itu Luka jelas sebuah produk fantasi, bukan saja karena ia memang karya fiksi dan bukam studi sejarah, tetapi juga karena ditengah konsep sejarah yang plural dalam sebuah masyarakat pasca kolonial seperti Indonesia ini, cerita fantastis yang membingungkan semacam itulah sejarah paling otentik yang bisa ditulis”.
Gaya menulis Eka dipuji oleh seorang Indonesianis bernama Benedict Anderson yang mengatakan “Menyenangkan bahwa setelah setengah abad berlalu, Pramodya Ananta Toer telah menemukan penggantinya”. Anderson juga mendesak agar Eka menerjemahkan novel-novelnya. Setelah di terjemahkan, pada tahun 2015 novel Cantik Itu Luka masuk daptar 100 buku terkemuka di The New York Time dan setahun setelahnya Eka Kurniawan mendapat penghargaan Word Readers Award berkat buku ini. Novel ini sudah diterjemahkan kedalam lebih dari 30 bahasa dan para kritikus menyandingkan novel ini dengan karyakarya Gabriel Garcia Marques dan Fyodor Dostoevsky.
Selain itu, novel Karya Eka Kurniawan lainnya yaitu "Seperti Dendam, Rindu Harus dibayar Tuntas" juga tak kalah menarik perhatian publik pada masa rilisnya bahkan diangkat menjadi sebuah Film.
Baca Novel Cantik Itu Luka Disini