Memasuki tahun baru di 2024, kita semua tahu bahwa tahun ini akan masuk masa peralihan yang ditunjukan oleh perubahan demografi. Generasi Z (27,94% populasi) dan generasi milenial (25,87%) mendefinisikan ulang lanskap perpustakaan dengan preferensi khas dari parag Gen Z yaitu kecerdasan digital mereka. Berdasarkan pemberitaan IDN Times, dalam hal perilaku membaca, Gen Z menunjukkan minat yang luas. Meskipun sebagian masih menggunakan buku fisik (24%), semakin banyak pula yang menggunakan eBook (19%) dan buku audio (2%). Milenial juga mulai menjauh dari media cetak. Meskipun 24% memilih buku fisik, 49% kini memilih artikel media online, 22% eBook, dan 2% buku audio. Tren ini menyarankan perpustakaan harus mendiversifikasi koleksinya, menggabungkan media cetak dan digital.
Selain itu, melihat data mengenai Gen Z dan Milenial yang memandang pendidikan sebagai hal yang penting untuk kemajuan karier, maka banyaknya Gen Z dan Milenial yang mengenyam bangku Pendidikan Tinggi menantang Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai wadah penyedia referensi bagi mere untuk dapat beradaptasi dengan kecerdasan digital yang mereka miliki.
Mengenai preferensi belajar, Gen Z dan milenial akan melibatkan kecerdasan digital yang mereka miliki dalam menetukan referensi. Perpustakaan sebagai salah satu wadah penyedia berbagai koleksi renferensi dituntut untuk berkembang dan beradaptasi di era baru ini agar dapat memenuhi kebutuhan pemustakanya. Sebagai contoh, melihat banykanya tren konten digital mengenai koleksi perpustakaan dapat ditiru untuk ajang promosi koleksi. Selain itu, adanya koleksi digita bagi Perpustakaan Perguruan Tinggi juga sangat di perlukan untuk kemudahan akses para pemustaka dan menyeimbangkan dengan kecredasan digital yang mereka miliki.
Seiring dengan berkembangnya lanskap perpustakaan di Indonesia pada tahun 2024 yang telah dibahas diatas, adaptasi terhadap perubahan ini menjadi hal yang sangat penting. Perpustakaan ditantang untuk menawarkan layanan yang beragam, terjangkau, dan mengedepankan digital agar dapat diterima oleh Gen Z dan generasi milenial, yang kini merupakan bagian penting dan berpengaruh dari populasi. Dengan memahami dan mengintegrasikan perilaku dan preferensi mereka, perpustakaan dapat memastikan relevansi dan pentingnya perpustakaan dalam dunia yang terus berkembang.
Adapun Perpustakaan Politeknik Tempo telah melakukan berbagai langkah terhadap situasi tersebut dengan :
Penyedia referensi dengan akses Digital: